Kelas 10 Bab 7: Hakikat Mencintai Allah SWT, Khauf, Raja', dan Tawakkal kepada-Nya

Table of Contents

Hakikat Mencintai Allah Swt

Cinta adalah perasaan yang suci dan lembut berupa rasa kasih sayang. Tingkatan cinta tertinggi dan hakiki adalah cinta kepada Allah Swt. Cinta kepada Allah Swt (mahabbatullah) berarti menempatkan Allah Swt dalam hati sanubari. Segala sesuatu akan terasa indah karena adanya rasa cinta kepada Allah Swt. Seseorang yang cinta kepada Allah Swt akan merasakan manisnya iman.

Rasulullah Saw telah menyalakan api cinta pada hati para sahabatnya hingga mereka lebih mencintai Allah Swt daripada mencintai diri sendiri dan keluarganya.

 

Tanda-Tanda Cinta kepada Allah Swt

  • a) Mencintai Rasulullah Saw
  • b) Mencintai Alquran
  • c) Menjauhi perbuatan dosa
  • d) Mendahulukan perkara yang dicintai oleh Allah Swt
  • e) Tak gentar menghadapi hinaan

 

Cara Meningkatkan Cinta Kepada Allah Swt

  • a) Memahami besarnya cinta Allah Swt kepada hamba-Nya
  • b) Senantiasa membersihkan hati
  • c) Mempelajari ilmu agama secara mendalam

 

Hakikat Takut kepada Allah Swt (Khauf)

Kata khauf secara etimologis berarti khawatir, takut, atau tidak merasa aman. Takut kepada Allah Swt. merupakan bukti seorang hamba mengenal-Nya. Rasa takut tersebut akan semakin bertambah seiring bertambahnya pengetahuan hamba terhadap Rabb-nya.

Menurut Imam al-Ghazali, takut kepada Allah Swt dapat berupa rasa takut tidak diterimanya taubat, takut tidak mampu istikamah dalam beramal saleh, takut akan mengikuti hawa nafsu, takut tertipu oleh gemerlap duniawi, dan lain sebagainya.

Seorang mukmin harus berusaha menghindari api neraka dengan amal-amal saleh, salah satunya dengan bersedekah. Rasulullah Saw pernah bersabda:
Artinya: “Takutlah kamu sekalian terhadap api neraka walaupun hanya bersedekah dengan separuh biji kurma.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Tanda-Tanda Takut kepada Allah Swt

  • a) Tampak dari ketaatannya kepada Allah Swt
  • b) Menjaga lisan dari perkataan dusta
  • c) Menghindari iri dan dengki
  • d) Menjaga pandangan dari kemaksiatan
  • e) Menjauhi makanan haram
  • f) Menjaga kaki dan kedua tangan dari sesuatu yang haram

 

Hakikat Berharap kepada Allah Swt (Raja’)

Secara etimologis, raja’ berarti mengharap sesuatu atau tidak putus asa, hal ini sesuai dengan firman Allah Swt dalam Q.S. al-‘Ankabut/29: 5 berikut ini:

 

Artinya: “Barangsiapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang. Dan Dialah Yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”.

 

Menurut istilah, raja’ berarti berharap untuk memperoleh rahmat dan karunia Allah Swt. Sifat raja’ ini harus disertai optimis, perasaan gembira, sikap percaya dan yakin akan kebaikan Allah Swt. Sifat khauf dapat mencegah seseorang berbuat dosa, sedangkan raja’ dapat mendorong untuk taat kepada Allah Swt.

 

Cara Menumbuhkan Sifat Raja’

  • a) Muhasabah atas nikmat-nikmat Allah Swt
  • b) Mempelajari dan memahami Al-Qur`an
  • c) Meyakini kesempurnaan karunia Allah Swt

 

Manfaat Sifat Raja’

  • a) Semangat dalam ketaatan kepada Allah Swt
  • b) Tenang dalam menghadapi kesulitan
  • c) Merasa nikmat dalam beribadah kepada Allah Swt
  • d) Menumbuhkan sifat optimis

 

Hakikat Tawakal kepada Allah Swt

Secara bahasa, tawakal berarti memasrahkan, menanggungkan sesuatu, mewakilkan atau menyerahkan. Secara istilah, tawakal artinya menyerahkan segala permasalahan kepada Allah Swt. Sifat Ini merupakan bentuk kepasrahan kepada-Nya sebagai dzat yang Maha kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada rasa sedih dan kecewa atas keputusan yang diberikan-Nya.

Tawakal bukan berarti menyerahkan nasib kepada Allah Swt secara mutlak. Akan tetapi harus didahului dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh. Seseorang yang menerapkan sikap tawakal akan tumbuh keyakinan bahwa tidak ada satu pun amal kebaikan yang sia-sia.

 

Manfaat Tawakal

  • a) Tercukupinya semua keperluan
  • b) Mudah untuk bangkit dari keterpurukan
  • c) Tidak bisa dikuasai oleh setan
  • d) Memperoleh nikmat yang tiada henti
  • e) Menghargai hasil usaha

Setelah mempelajari materi hakikat mencintai Allah Swt, kita dapat menyimpulkan bahwa cinta kepada Allah adalah fondasi dari iman yang kuat. Dengan menumbuhkan rasa cinta, takut, harapan, dan tawakal, kita akan mampu menjalani hidup dengan lebih baik dan meraih rida-Nya.

 


Posting Komentar