Kelas 12 Bab 1: Sabar Dalam Menghadapi Musibah dan Ujian
Makna Sabar
Secara
bahasa, sabar artinya tertahan.
Sedangkan secara istilah, sabar
adalah menahan diri dalam melaksanakan sesuatu dan menjauhi sesuatu.
Jenis-jenis sabar dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:
- Sabar dalam melaksanakan ketaatan kepada
Allah Swt.
- Sabar dalam menjauhi kemaksiatan.
- Sabar dalam menerima takdir Allah Swt.
Ayat Al-Qur’an tentang Sabar
A. Q.S. al-Baqarah Ayat 155-156
Artinya:
“Dan Kami pasti akan menguji kamu
dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan.
Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar Q.S. (al-Baqarah Ayat 155).
Artinya: (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah,
mereka berkata “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn” (sesungguhnya kami milik
Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali).” (Q.S. al-Baqarah Ayat
156) Penjelasan: Artinya: Penjelasan: Latin: Artinya: Latin: Artinya: Latin: Artinya: Latin: Artinya: Bersabar
dalam menghadapi musibah dan ujian akan membawa banyak manfaat, antara lain:
Berdasarkan ayat di atas, jelas bahwa Allah Swt. akan memberikan ujian berupa
kebahagiaan maupun kesusahan kepada manusia. Sebagai generasi muslim yang
beriman, kita harus menyadari bahwa segala sesuatu yang kita miliki sejatinya
milik Allah Swt. semata. Ketika kehilangan sesuatu, hendaknya kita mengucapkan
kalimat istirja’ (Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn),
bersabar, dan tetap berhusnudzon kepada Allah Swt.B. Q.S. Ibrahim Ayat 9
“Apakah belum sampai kepadamu berita
orang-orang sebelum kamu (yaitu) kaum Nuh, ‘Ad, Tsamud dan orang-orang setelah
mereka. Tidak ada yang mengetahui mereka selain Allah. Rasul-rasul telah datang
kepada mereka membawa bukti-bukti (yang nyata), namun mereka menutupkan
tangannya ke mulutnya (karena kebencian), dan berkata, “Sesungguhnya kami tidak
percaya akan (bukti bahwa) kamu diutus (kepada kami), dan kami benar-benar
dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap apa yang kamu serukan kepada kami.”
Ayat ini mengajarkan bahwa manusia seringkali lalai dan takabur, terutama saat
menerima nikmat. Umat-umat terdahulu ada yang mengingkari nikmat Allah Swt.
sehingga mendapatkan azab yang pedih. Sebagai muslim, kita jangan sampai lupa
bersyukur; jangan hanya mendekat kepada Allah saat mendapat cobaan, namun lupa
kepada-Nya saat mendapat nikmat.
Hadis-hadis Tentang Sabar dalam Musibah
Hadis Pertama: Keutamaan Doa saat Musibah (H.R. Ahmad)
"Ma min muslimin tushibuhu
mushibatun fayayulu ma amarallahu bihi: 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.
Allahumma'jurni fi mushibati wa akhlif li khairan minha' illa akhlafallahu lahu
khairan minha."
“Tidaklah seseorang dari kaum Muslimin ditimpa musibah, lalu ia membaca innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’un
kemudian mengucapkan, (Ya Allah, berikanlah pahala dalam musibahku ini dan
berikanlah ganti kepadaku yang lebih baik darinya) melainkan akan dikabulkan
doanya itu.” (Ummu Salamah menceritakan bahwa setelah suaminya, Abu Salamah,
wafat, ia membaca doa ini dan Allah menggantinya dengan yang lebih baik, yaitu
Rasulullah saw.).Hadis Kedua: Balasan Pahala dan Ganti yang Lebih Baik (H.R. Muslim)
"Ma min 'abdin tushibuhu
mushibatun fayaqulu: 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Allahumma'jurni fi
mushibati wa akhlif li khairan minha' illa ajarahullahu fi mushibatihi wa
akhlafa lahu khairan minha."
“Tidaklah seorang hamba ditimpa musibah, lalu ia mengucapkan: innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’un.
Ya Allah, berikanlah pahala dalam musibahku ini dan berikanlah ganti kepadaku
yang lebih baik darinya; melainkan Allah akan memberikan pahala kepadanya dalam
musibah itu dan memberikan ganti kepadanya dengan yang lebih baik darinya.”Hadis Ketiga: Mengingat Musibah Lama (H.R. Ahmad dan An-Nasai)
"Ma min muslimin wala muslimatin
tushibuhu mushibatun fayatadzakkaruha wa in thala 'ahduha fayahdutsu laha
istirja'an illa ajaddallahu lahu 'inda dzalika ajran mitsla ajrihi yauma
ushibat."
“Tidaklah seorang muslim, laki-laki maupun perempuan ditimpa suatu musibah,
lalu ia mengingatnya, meski waktunya sudah lama berlalu, kemudian ia membaca
kalimat istirja’ (innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’un)
untuknya, melainkan Allah akan memperbaharui pahala baginya pada saat itu, lalu
Dia memberikan pahala seperti pahala yang diberikan-Nya pada hari musibah itu
menimpa.”Hadis Keempat: Rumah Pujian / Baitul Hamdi (H.R. Ahmad dan Tirmidzi)
"Qalallahu: Ya malakal mauti,
aqabadzta walada 'abdi? Aqabadzta qurrata 'ainihi wa tsamarata fuadihi? Qala:
Na'am. Qala: Fama qala? Qala: Hamidaka wastarr-ja'. Faqalallahu: Ibnū li'abdi
baitan fil jannati wa sammuhu baital hamdi."
“Allah berfirman, ‘Hai malaikat maut, apakah engkau sudah mencabut nyawa anak
hamba-Ku? Apakah engkau mencabut nyawa anak kesayangannya dan buah hatinya?’
‘Ya, jawab malaikat. ‘Lalu apa yang ia ucapkan?’ tanya Allah. Malaikat pun
menjawab, ‘Ia memuji-Mu dan mengucapkan kalimat istirja’. Maka Allah berfirman: ‘Buatkan untuknya sebuah rumah di
surga, dan namailah rumah itu dengan baitul
hamdi (rumah pujian).’”
Manfaat Menjaga Kesabaran