Kelas 12 Bab 10: Peran Organisasi Islam di Indonesia

Daftar Isi

Di tengah dinamika zaman yang semakin kompleks, peran organisasi Islam semakin krusial. Organisasi-organisasi ini tidak hanya menghadapi tantangan internal, tetapi juga eksternal yang kian berkembang. Materi ini membahas kemajuan, perkembangan, model dakwah, serta strategi organisasi-organisasi Islam di Indonesia pada masa pra dan sesudah kemerdekaan.


A. Peranan Ulama Islam pada Masa Perang Kemerdekaan

Dalam mendorong umat Islam berpartisipasi dalam perjuangan pada masa perang kemerdekaan, para ulama memiliki peran yang sangat penting. Peranan ulama Islam Indonesia pada masa perang kemerdekaan terbagi menjadi dua macam:

  1. Membina kader-kader umat Islam, melalui pesantren dan aktif dalam pembinaan masyarakat.
  2. Turut berjuang secara fisik sebagai pemimpin perang, seperti: Fatahillah, Sultan Baabullah, Pangeran Diponegoro, dan lainnya. Hal ini dilakukan demi menegakkan martabat dan kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia.

B. Peranan Organisasi dan Pondok Pesantren pada Masa Perang Kemerdekaan

Pada awal abad ke-19, gerakan perlawanan terhadap kaum penjajah lebih terorganisasi. Semua berjuang bersama demi kemerdekaan Indonesia melalui berbagai organisasi, di antaranya:

1. Muhammadiyah

Organisasi Islam Muhammadiyah didirikan di kota Yogyakarta oleh K.H. Ahmad Dahlan pada tanggal 18 November 1912. Kelahiran Muhammadiyah didorong oleh pergumulan K.H. Ahmad Dahlan dalam menghadapi kenyataan hidup umat Islam dan masyarakat Indonesia kala itu.

Faktor pendorong lahirnya Muhammadiyah:

  • Umat Islam tidak memegang teguh tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah Nabi, sehingga menyebabkan merajalelanya syirik dan bid’ah.
  • Ketiadaan persatuan dan kesatuan di antara umat Islam akibat tidak tegaknya ukhuwah Islamiyah.
  • Kegagalan sebagian lembaga pendidikan Islam dalam memprodusir kader-kader Islam.
  • Umat Islam kebanyakan hidup dalam alam fanatisme yang sempit.

Peran Muhammadiyah:

  • Awal Kemerdekaan: Terlibat dalam perumusan dasar negara melalui Ki Bagus Hadikusumo dan Kahar Muzakir dalam keanggotaan BPUPKI. Muhammadiyah menunjukkan sikap demokratis saat merelakan perubahan tujuh kata dalam Piagam Jakarta menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa".
  • Era Sekarang: Melalui Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di seluruh negeri, Muhammadiyah memajukan pendidikan, pengajaran, dakwah Islam, memelihara tempat ibadah/wakaf, dan pelayanan sosial sebagai bentuk Islam yang berkemajuan.

2. Nahdlatul Ulama (NU)

Organisasi NU didirikan di Surabaya pada tanggal 31 Januari 1926 oleh K.H. Hasyim Asy’ari dan K.H. Wahab Hasbullah. NU didirikan sebagai jam’iyah (organisasi keagamaan dan sosial) untuk memegang teguh salah satu madzhab empat (Syafi’i, Maliki, Hanafi, atau Hambali) dan mengerjakan kemaslahatan agama Islam.

Sejarah dan Peran Perjuangan NU:

  • Masa Awal: Mendirikan banyak madrasah, pesantren, Lembaga Ma’arif, dan koperasi untuk memajukan kaum Muslimin.
  • Masa Jepang: Terlibat dalam BPUPKI dan PPKI untuk merumuskan pernyataan kemerdekaan.
  • Masa Kemerdekaan (1945–1959):
    • Resolusi Jihad: Dikeluarkan pada 22 Oktober 1945 di Surabaya sebagai penolakan terhadap kembalinya penjajah.
    • Politik: Pernah bergabung dalam Masyumi sebelum akhirnya menjadi partai politik sendiri pada tahun 1952 dan ikut Pemilu 1955.
    • Menumpas PRRI: NU menganggap gerakan PRRI menyalahi perintah Al-Qur'an untuk mematuhi pemimpin (Ulil Amri).
    • Konstitusi: Menerima UUD 1945 sebagai konstitusi dengan pengertian bahwa Piagam Jakarta menjiwai UUD tersebut.
  • Masa Orde Lama (1959–1966): Menerima konsep Demokrasi Terpimpin berdasarkan pertimbangan fiqhiyah dan menuntut pembubaran PKI pasca G30S/1965.
  • Masa Orde Baru (1966–1998):
    • Penyederhanaan Partai: Bergabung dalam PPP pada 1973. K.H. Bishri Sansuri secara tegas menolak RUU Perkawinan yang bertentangan dengan hukum Islam.
    • Kembali ke Khittah 1926: NU memutuskan kembali menjadi organisasi keagamaan (bukan politik praktis) pada Muktamar ke-26.
    • Asas Pancasila: NU memberikan dukungan penuh dan menyatakan NKRI sebagai bentuk final bagi bangsa Indonesia.

3. Persatuan Islam (Persis)

Persis didirikan pada 12 September 1923 di Bandung oleh sekelompok Muslim yang dipimpin oleh Zamzam dan Muhammad Yunus.

  • Ciri Khusus: Kegiatannya dititikberatkan pada pembentukan paham keagamaan (pemurnian ajaran). Persis dikenal sebagai organisasi yang suka berdebat untuk menegakkan ideologi Islam.
  • Metode: Pertemuan, khotbah, tabligh, pamflet, majalah, dan mendirikan sekolah.
  • Politik: Anggota Persis wajib aktif dalam politik. Tokoh terkenalnya adalah M. Natsir yang menjadi pimpinan partai Masyumi.

4. Sumatra Thawalib

Bagian dari gerakan pembaharuan pemikiran Islam di Sumatra Barat yang dipengaruhi pemikiran tokoh-tokoh dunia seperti Jamaluddin al-Afghani dan Muhammad Abduh.

  • Gerakan Paderi: Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabaui menjadi pelopor untuk menyingkirkan hal-hal yang tidak sesuai dengan ajaran Islam dan merusak kemurnian akidah.
  • Sejarah: Berawal dari sistem surau di Minangkabau. Sumatra Thawalib lahir sebagai organisasi tempat bersatunya pelajar surau Jembatan Besi dan surau Parabek yang kemudian berkembang menjadi perguruan modern.
  • Hasil Kemajuan: Pelopor perubahan sistem pengajian surau menjadi sekolah agama, memasukkan mata pelajaran umum, mencetak murid berjiwa revolusioner, dan menghidupkan suasana diskusi/debat (muzakarah).

5. Nahdlatul Wathan (NW)

Organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Pulau Lombok, NTB. Didirikan di Pancor oleh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid pada 1 Maret 1953. Organisasi ini mengelola banyak lembaga pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.


6. Mathla’ul Anwar

Didirikan oleh KH. Muh Yasin di Menes, Banten. Organisasi ini banyak bergerak di bidang pendidikan, sementara perjuangan melawan penjajah disalurkan melalui Syarikat Islam.


C. Hikmah Organisasi Islam di Indonesia

Organisasi-organisasi Islam memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan positif dalam membangun masyarakat yang adil dan bermartabat. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan kerja sama dan solidaritas yang kuat antar sesama anggota, antar organisasi, dan dengan seluruh komponen bangsa dalam perjalanan sejarah Indonesia.


Selamat! Jika kamu merasa sudah memahami seluruh materi yang telah disampaikan, sekarang saatnya untuk menguji sejauh mana pemahamanmu melalui sesi evaluasi. Klik tombol di bawah ini untuk mulai mengerjakan kuis; jangan terburu-buru, baca setiap pertanyaan dengan teliti, dan berikan jawaban terbaikmu. Selamat mengerjakan!

🚀 MULAI KERJAKAN EVALUASI