Kelas 12 Bab 3: Munafik dan Keras Hati Tak Akan Pernah Maju
Munafik
Munafik adalah
salah satu akhlak tercela (akhlak madzmumah). Ibnu Katsir dalam
kitabnya, ketika menafsirkan Q.S. al-Baqarah/2: 8-9, menjelaskan bahwa orang
munafik perilakunya menipu; menipu Allah Swt. dan orang-orang yang beriman.
Munafik merupakan perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah Swt.
Dalil
Al-Qur'an: Q.S. al-Baqarah/2: 8
Artinya:
“Dan di antara manusia ada yang berkata, “Kami beriman kepada Allah dan hari
akhir,” padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman”
(Q.S. al-Baqarah/2: 8).
Hadis
tentang Ciri Orang Munafik:
Latin:
"Āyātul munāfiqi tsalātsun: idzā haddatsa kadzaba, wa idzā wa'ada
akhlafa, wa idzā-tumina khāna."
Artinya:
“Rasulullah Saw. bersabda: Tanda orang munafik ada tiga: apabila berkata ia
berbohong, apabila berjanji mengingkari, dan bila dipercaya mengkhianati.”
(H.R. Bukhari Muslim).
Karakteristik
Orang Munafik menurut Ulama (berdasarkan Al-Qur'an):
- Pembohong.
- Menjadikan sumpah kebohongannya sebagai
tameng.
- Menghalangi jalan Allah Swt.
- Jelek amal dan jelek hati.
- Tampilan menarik tapi rusak batinnya.
- Manis perkataan tapi buruk hatinya.
- Buruk sangka (Su’uzhan).
- Berpaling dan sombong.
- Melarang orang lain berinfak.
- Bermaksud mengusir orang mukmin dan merasa
lebih kuat.
Sikap
terhadap Orang Munafik:
- Jangan diikuti, jangan hiraukan
gangguannya, dan bertawakallah kepada Allah.
- Harus tabayyun (mencari kebenaran)
jika mendapat berita dari mereka.
- Jangan berteman jika mereka mengejek dan
mencela Al-Qur'an.
- Selalu bersikap hati-hati dan waspada.
- Tegas dan bersikap keras terhadap mereka.
Keras Hati
Kondisi
hati manusia selalu berubah-ubah; kadang sehat, sakit, lunak, atau menjadi
keras layaknya batu (Q.S.
al-Baqarah: 74). Ibnu Qayyim al-Jauzi membagi hati menjadi tiga jenis:
- Qalbun Saliim (Hati yang Sehat):
Kalbu yang mengetahui bahwa Allah adalah kebenaran, kiamat pasti tiba, dan
Allah akan membangkitkan siapa pun di alam kubur.
- Mayyit al-Qalb (Hati yang Mati):
Hati yang tidak mengenal Tuhannya, tidak menyembah-Nya, tidak
mencintai-Nya, dan tidak ridha kepada-Nya. Keras hati merupakan bagian
dari jenis ini.
- Maridh al-Qalb (Hati yang Sakit):
Hati yang hidup tetapi menyimpan penyakit. Di dalamnya ada iman dan
tawakal, namun bercampur dengan cinta nafsu, dengki, takabur, dan bangga
diri.
Dalam
bahasa Arab, keras hati disebut qaswah al-qalb yang artinya kekerasan
hati atau kebengisan.
Tanda-tanda
Mengerasnya Hati:
- Bermalas-malasan dalam mengerjakan
kebaikan dan ketaatan, serta meremehkan kemaksiatan.
- Tidak terpengaruh hatinya oleh ayat-ayat
Al-Qur’an yang dibacakan.
- Tidak terpengaruh oleh berbagai ujian,
musibah, dan cobaan dari Allah Swt.
- Tidak membedakan perbuatan mak’ruf dan
munkar.
Penyebab
Kerasnya Hati:
- Kemusyrikan, kekufuran, dan kemunafikan.
- Melanggar perjanjian kepada Allah Swt.
- Tertawa berlebihan, banyak berbicara, dan
banyak makan.
- Banyak melakukan dosa dan lalai dari
ketaatan.
Obat
dari Hati yang Keras:
- Meningkatkan keimanan dan banyak berzikir
serta membaca Al-Qur'an.
- Belajar ilmu agama dan berdoa memohon
perlindungan dari hati yang tidak khusyuk.
- Berbuat baik kepada anak yatim dan orang
miskin.
- Banyak mengingat kematian, ziarah kubur,
dan menghadiri majelis taklim.
- Menjauhi sebab-sebab fitnah, makan makanan
halal, dan shalat malam.
- Berteman dengan orang-orang saleh.
Keras Kepala
Menurut
KBBI, keras kepala berarti individu yang tidak mau menuruti nasihat
orang lain. Secara psikologi, ini adalah sikap menolak mengubah pendirian dan
tidak bisa dipaksa oleh orang lain.
Alasan
Seseorang Menjadi Keras Kepala:
- Sifat yang mudah tersinggung dan marah
jika ada perbedaan pemikiran.
- Adanya keinginan tujuan tertentu (hadiah/reward)
jika patuh.
- Bentuk balas dendam terhadap pihak
tertentu (pasif-agresif).
Ciri-ciri
Orang yang Keras Kepala:
- Memiliki ide atau rencana yang harus
diwujudkan meskipun salah.
- Bersikeras melakukan sesuatu meskipun
orang lain tidak ingin melakukannya.
- Menuduh ide orang lain buruk jika berbeda
dengan idenya.
Cara
Mengurangi Sikap Keras Kepala:
- Mendengarkan pendapat orang lain meski
berbeda pandangan.
- Terbuka dengan segala kemungkinan dan
menyesuaikan dengan keadaan.
- Berani mengakui kesalahan.