Kelas 12 Bab 7: Ilmu Kalam

Daftar Isi

Setiap hari kita dihadapkan pada berbagai peristiwa. Di balik keindahan dan kompleksitasnya, tersimpan pertanyaan mendalam tentang keberadaan dan tujuan hidup. Ilmu kalam akan membantu kita dalam merenungkan makna di balik segala sesuatu yang kita alami dan memperkuat keimanan kepada Allah Swt.

Pengertian Ilmu Kalam

Istilah ilmu kalam terdiri dari dua kata: ilmu dan kalam.

  • Ilmu: Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengandung arti pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu.
  • Kalam: Berasal dari bahasa Arab yang berarti kata-kata atau pembicaraan.

Ciri utama ilmu kalam adalah rasionalitas dan logis, sehingga ilmu kalam sangat erat hubungannya dengan ilmu mantiq/logika. Istilah lain dari ilmu kalam adalah Theologi Islam.

  • Secara Etimologi (Bahasa): Ilmu yang membicarakan bagaimana menetapkan kepercayaan keagamaan (agama Islam) dengan bukti yang meyakinkan.
  • Secara Terminologi: Suatu ilmu yang membahas berbagai masalah ketuhanan dengan menggunakan argumen logika dan filsafat, disebut juga dengan ilmu tauhid.
  • Menurut Ibnu Khaldun: Ilmu kalam adalah disiplin ilmu yang mengandung berbagai argumentasi tentang akidah imani yang diperkuat dalil-dalil rasional.

Ruang Lingkup Ilmu Kalam

Ruang lingkup pembahasan ilmu kalam mencakup beberapa hal, yaitu:

  • Ilahiyah: Pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan Allah Swt, seperti wujud dan nama-nama Allah Swt.
  • Nubuwat: Pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan Nabi dan Rasulullah, termasuk pembahasan tentang kitab-kitab Allah, mukjizat, karomah, dan lain sebagainya.
  • Ruhaniyah: Pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan alam metafisik, seperti Malaikat, Jin, Iblis, Syetan, Roh, dan lain sebagainya.
  • Sam’iyyat: Segala sesuatu yang hanya bisa diketahui lewat sam’i (dalil naqli berupa Al-Qur'an dan Sunnah).

Sumber-Sumber Ilmu Kalam

1. Al-Qur'an
Sebagai sumber ilmu kalam, Al-Qur'an banyak menyinggung hal yang berkaitan dengan masalah ketuhanan (dzat, sifat, asma, perbuatan, dan eksistensi Tuhan). Beberapa dalil yang menjadi rujukan antara lain:

  • Q.S. al-Ikhlas ayat 1-4
  • Q.S. asy-Syura ayat 11
  • Q.S. al-Fath ayat 10
  • Q.S. al-Maidah ayat 117

2. Al-Hadis
Masalah-masalah dalam ilmu kalam juga disinggung dalam beberapa hadis, di antaranya hadis yang menjelaskan tentang Iman, Islam, dan Ihsan.

3. Pemikiran Manusia
Berasal dari pemikiran umat Islam sendiri maupun luar umat Islam. Al-Qur'an mendorong penggunaan akal melalui redaksi: tafakkur, tadabbur, tadzakkur, tafaqqah, nazhar, fahima, ‘aqala, ulul albab, ulul ilm, ulul abshar, dan ulun nuha.

4. Insting / Metodologi
Menggunakan dua metode:

  • Dalil Naqli: Menggunakan nash-nash agama (Al-Qur'an dan Hadis).
  • Dalil Aqli: Menggunakan argumentasi rasional.
    Hal ini menimbulkan dua corak pemikiran kalam: pemikiran kalam rasional dan pemikiran kalam tradisional.

Tujuan Ilmu Kalam

  • Untuk menolak akidah yang sesat dengan berusaha menghindari tantangan-tantangan dengan cara memberikan penjelasan.
  • Memberikan penguatan landasan keimanan melalui pendekatan filosofis dan logis, sehingga kebenaran Islam tidak saja dipahami secara dogmatis (diterima apa adanya), tetapi bisa dipaparkan secara rasional.
  • Menguatkan sistem nilai ajaran Islam: Iman sebagai landasan akidah, Islam sebagai manifestasi syariat/ibadah, dan Ihsan sebagai aktualisasi akhlak.
  • Menjawab problematika penyimpangan teologi agama lain yang dapat merusak akidah umat Islam.

 

Manfaat Ilmu Kalam


Manfaat mempelajari ilmu kalam terhadap permasalahan keimanan seorang muslim:

  • Memperkuat dasar pengetahuan tentang Islam.
  • Tidak mudah melenceng dari ajaran agama.
  • Dapat menerapkan secara konsisten amalan Islam.

Kesimpulan:
Ilmu kalam bukan hanya sekadar pengetahuan teoritis, tetapi memiliki implikasi penting dalam membawa pemahaman yang lebih mendalam tentang Allah Swt, alam semesta, dan diri kita sendiri, sehingga lebih mudah memahami ajaran Islam secara keseluruhan.